Zarif Adha, yang hidup dalam kemewahan dan keangkuhan, tidak teragak-agak mempermainkan Dian untuk kepentingan dirinya sendiri. Datin Munirah, pula, dengan ketamakannya, mengorbankan Dian demi memenuhi hasratnya untuk menguasai harta keluarga. Pertanyaan yang menggantung: Adakah Dian terus menderita atau mampukah dia berdiri tegak menentukan takdirnya sendiri ?